Top-ads

Penemuan Padi 'Raksasa' di Cina

By |

Penemuan Padi 'Raksasa' di Cina

Penemuan Padi 'Raksasa' di Cina
(Foto: ilustrasi Padi raksasa)

 Tanaman Padi 'raksasa'

Tanaman Padi pada umumnya bisa tumbuh setinggi rata-rata kurang lebih 90 - 120 cm (sentimeter), tanaman 'wajib' Bangsa Indonesia ini, jika sudah diolah menjadi nasi maka akan sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh.


Namun, pernah terfikirkah tanaman padi berbatang tinggi yang bisa tumbuh di atas 2 meter?


Seperti yang telah dilansir dan dirangkum dari republika co.id, Baru-baru ini seorang Ilmuwan Cina telah menemukan tumbuhan berupa tanaman padi jenis baru yang dapat tumbuh mencapai 2,2 meter. Lalu hasil Temuan tersebut diresmikan pada tanggal 16 Oktober yang lalu. Penemuan tanaman padi "raksasa" ini didapatkan setelah melakukan penelitian terhadap gandum dalam kurun waktu selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Baca juga
Menurut dari sebuah laporan pada Harian Rakyat China Online, seorang ilmuwan mengklaim hasil dari tanaman padi "raksasa" ini bisa mencapai 50 persen lebih tinggi dari beras biasa yang telah ada.

Kemudian, dikabarkan bahwa Tim peneliti dari Institute of Subtropical Agriculture, Chinese Academy of Sciences, sudah menanam dan memanen tanaman padi "raksasa" tersebut di lapangan percobaan. Percobaan ini dilakukan di daerah Changsha, Provinsi Hunan di bagian Cina tengah.

Seorang peneliti yang turut andil dalam proyek itu, Xia Xinjie,  memperkirakan bahwa hasil tanaman padi "raksasa" tersebut bisa melampaui 11,5 ton per hektarnya. Ia mengatakan juga bahwa hasil per hektarnya adalah 50 persen lebih tinggi dari tanaman padi biasa.

Dilaporkan bahwa sampai pada saat ini, para ahli pun telah berhasil memanen lebih dari 500 butir beras dari setangkai tanaman padi 'raksasa' tersebut. Dikatakan juga bahwa para ilmuwan Cina sudah menggunakan serangkaian teknologi baru untuk menumbuhkan tanaman padi "raksasa" ini. Termasuk juga induksi mutasi dan hibridisasi antara berbagai jenis tanaman padi liar.

Tanaman Padi "raksasa" tersebut memiliki peran yang sangat penting untuk negara Cina. Sebab, jumlah petani yang ada di negeri Cina tersebut semakin berkurang, sedangkan jumlah penduduk semakin bertambah.

Yuan Longping, seorang ilmuwan agrikultur mengatakan kepada People's Daily Online, pada sebuah wawancara bulan lalu, yang intinya:
"Diperkirakan (nanti) pada tahun 2030, negara akan memproduksi 60 persen beras lebih banyak (jika) dibandingkan pada tahun 1995," Ia menambahkan pula bahwa saat ini, dalam satu hektar untuk produksi beras (bisa) menyediakan makanan untuk 27 orang. Pada tahun 2050, satu hektar harus (dapat) mendukung untuk 43 orang (masyarakat).

Yuan Longping merupakan Ilmuwan yang telah berusia 87 tahun, dan dinobatkan sebagai 'Bapak Padi hibrida' di Cina, hal ini atas kontribusinya yang terus-menerus dalam hal pengembangan teknologi Pertanian, dalam kurun waktu 60 tahun terakhir. Pada bulan lalu, Yuan Longping mengumumkan timnya berhasil menumbuhkan jenis tanaman padi yang baru, yang bisa tumbuh di lahan alkalin-garam, dan disebut juga dengan 'nasi laut', .

Pada wilayah lapangan percobaan, ada 4 jenis beras yang dikatakan mencatat produksi antara 6,5 - 9,3 ton per hektarnya. Menurut Yuan Longping, Negara Cina mempunyai 100 juta hektar tanah alkalin garam. Lalu sebanyak 18,7 juta hektare diantaranya adalah berpotensi menumbuhkan tanaman padi.


Jadi, sudah siapkah membudidayakan tanaman padi 'raksasa' ini di Indonesia?


 
Sumber referensi bacaan:
Google, republika.co. id/berita/trendtek/sains-trendtek/17/11/12/oza01v359-ilmuwan-cina-kembangkan-padi-raksasa


Newer Post Older Post Home